Salam,
Di hari yang penuh rahmat Allah ini saya ingin mengucapkan:
Taqobballahu minna wa minkum, minal aidzin wal faidzin.
selamat hari raya idul fitri 1428 H.
Mohon maaf lahir& batin atas segala kesalahan.
Bu Naila, sebenarnya saya merindukan diskusi seperti di kelas,walau kebanyakan saya berdiskusi dengan argumen yang kurang berdasar teori.
Saya beberapa minggu ini mengamati iklan XL vs Indosat / Rp 1 vs Rp 0. Dari konten sebenarnya Indosat tidak menawarkan sesuatu yang baru, ia
lebih mirip konsepnya Telkomsel yang pakai sekian detik gratis sekian detik, cuma pinter - pinternya si marketer Indosat yang menyampaikannya/
mengkomunikasikan dengan cara berbeda. Sedangkan XL, mereka tidak konsisten dengan campaignnya: "tanpa syarat apapun", dengan Rp1 yang
mereka tawarkan ternyata ada beberapa syarat, saya sendiri merespon negatif: tidak konsisten dengan apa yang mereka klaim.
Terlepas dari apa yang mereka sampaikan atau strategi marketing apa yang mereka jalankan saya melihat ada keanehan ketika dua iklan XL dan
Indosat muncul, yaitu selang waktu pembalasan Indosat setelah XL menayangkan iklan Rp 1 nya. Kira - kira hanya berselang beberapa
hari, kurang dari seminggu.
Saya ingin menanyakan tentang hal ini. Menurut ibu Naila, apakah ada kebocoran strategi XL untuk melakukan campaign Rp 1 hingga ke Indosat, sehingga keduanya membuat iklan
dalam bersamaan? apakah kebocoran ini berasal dari Agen yang membuat iklan?. Menurut saya, untuk meng-hire Dian Sastro dan membuat iklan pembalasan terhadap iklan XL tidak cukup 2-4 hari atau seminggu saja, anehnya
setelah XL muncul Indosat langsung punya iklan untuk membalasnya dalam waktu sangat dekat. Berarti Indosat telah mempersiapkan pembuatan iklan hampir bersamaan dengan pembuatan iklan XL.
Hm...menurut ibu Naila bagaimana?
Please, komentarnya saya tunggu. Terimakasih banyak.
Salam
Abdul Rahman Ismail
NB: Terima kasih atas kuliah yang menyenagkan di MM UGM,
Alkhamdulillah saya wisuda akhir bulan ini.
Bu Naila>>>
Salam juga,
selamat idul fitri, mohon maaf lahir dan batin.
Selamat yang kedua adalah karena anda segera diwisuda.
Saya tidak memiliki bocoran informasi mengenai iklan Indosat dan XL. Tetapi anda benar bahwa membuat iklan butuh waktu yang cukup lama untuk
generasi pesan, mengembangkan pesan dan copywrite, eksekusi pesan, hunting dan mengumpulkan properti, kontak pelakon, take gambar dan video,
editing dsb yang pasti ribet. Sayangnya saya tidak pernah mengamati selang waktu antara iklan xl dan
pertama kali iklan indosat muncul. Dugaan anda sangat mungkin benar, artinya ada kebocoran informasi jika
selang waktunya sangat pendek (2-3 hari) tetapi jika selang waktu adalah seminggu, saya mengira cukup waktu bagi
advertising agency untuk membuat iklan. Bisa jadi mereka kerja keras lembur 6 x 24 jam tanpa istirahat untuk menghasilkan iklan tersebut.
Sekali lagi selamat, ya. Semoga sukses dalam kehidupan anda
selanjutnya.
Salam
Naila
Ismail>>>
Ada Yang mau ngasih komentar Lagi tentang pertarungan XL vs Indosat?.
Ada Yang mau ngasih komentar Lagi tentang pertarungan XL vs Indosat?.
Selang waktu serangan Indosat ke XL dengan memasang Dian Sastro sebagai endorser menurutku terlalu cepat, apalagi Dian Sastro itu nggak gampang nerima peran.... kalaupun mau dia pasti akan mempelajari seluk beluk perusahaan yang menyewa jasa dia dan Indosat sendiri sebenarnya kurang pas kalau memasang Dian Sastro hanya untuk iklan produk, lebih tepat kalau dia dipasang untuk mengkomunikasikan Brand Indosat. Secara teknis, bisa aja dibuat dalam waktu 1 minggu tapi, konsep dan ide iklannya? gak tau juga ding. oh ya seingatku dulu iklan serangan pertamanya itu hanya simple: Ayo Hitung Lagi !!, cuma itu..... kalau itu masuk akal kaleee ya kalau dalam hitungan hari udah bisa tayang.
So, monggo dikomentari.Yongki>>>
Sekilas memang perang tarif yang digencarkan oleh
operator Indosat, mulai dari 20/detik , 5/detik hingga
Rp 0. Ini merupakan strategi dari marketing commun
ication Indosat dalam menyasar pasar yang bersifat low
involvement saja dengan info yang sangat sedikitr
sehingga marketer mampu meraup keuntungan dengan
gimmick yang begitu dahsyat. Sama seperti Rokok AroMA
dengan Dji sam Soe jika tag line Dji Sam Soe merupakan
kesempurnaan maka Rokok aroma berani menanggapi dengan
nyaris sempurna, maka sekarang yang diandalkan bukan
sekedar price war tetapi adalah strategi konsep dimana
AROMA membandingkan kesempurnaan merokok yang
ditawarkan hampir tidak ada bedanya.
BTw anda sekarang kerja dimana?kapan2 kita sambung
lagi permasalahan marketing inbi?ada isu apa yang
hangat untuk HR?
operator Indosat, mulai dari 20/detik , 5/detik hingga
Rp 0. Ini merupakan strategi dari marketing commun
ication Indosat dalam menyasar pasar yang bersifat low
involvement saja dengan info yang sangat sedikitr
sehingga marketer mampu meraup keuntungan dengan
gimmick yang begitu dahsyat. Sama seperti Rokok AroMA
dengan Dji sam Soe jika tag line Dji Sam Soe merupakan
kesempurnaan maka Rokok aroma berani menanggapi dengan
nyaris sempurna, maka sekarang yang diandalkan bukan
sekedar price war tetapi adalah strategi konsep dimana
AROMA membandingkan kesempurnaan merokok yang
ditawarkan hampir tidak ada bedanya.
BTw anda sekarang kerja dimana?kapan2 kita sambung
lagi permasalahan marketing inbi?ada isu apa yang
hangat untuk HR?



0 komentar:
Poskan Komentar