Ada cinta antara aku dan dia, namun aku sendiri masih tak percaya cinta. Bukan cinta yang kuharapkan, Bukan cinta yang ku inginkan darinya. Dulu manusia sibuk mencari maknanya dan sekarang eksistensinya pun dipertanyakan (Xiao Jia “Sky of love”). Love is the romance of Romeo and Juliet, hanya sekedar cerita usang sok roman namun menyisakan kesedihan. Aku tak hendak mengaitkan antara cinta dan kesedihan atau cinta dengan kebahagian. Bukan. Aku juga tak hendak mengaitkan arti cinta dengan hubungan dua manusia yang dilahirkan dengan kodrat berbeda sebagai pasangan yang tak terpisahkan. Bukan. Bukan cinta yang ingin kukaitkan tentang nya. Bukan cinta. Cinta hanyalah sebuah cahaya yang dibiaskan oleh sebatang prisma. Tak tahu harus bagaimana aku memilih satu dari setiap biasnya. Namun begitu indah warnanya, membuatku pernah begitu terkesima.
Ada cinta antara aku dan dia, namun sebagian tentang mimpi esok hari, sebagian lagi tentang mimpi yang terlewati tanpa pernah sedetikpun menjadi nyata tanpa harus aku melihatnya dalam kabut malam hari, dalam dunia yang segalanya tak bisa dirasakan dengan indra. Mimpi – mimpi esok hari, bukan sisa mimpi yang hanya terlewati. Dia adalah manifestasi dari segala gelisah, dia adalah cinta dari cintaku yang tak pernah ingin kugenggam atau sekedar kusentuhkan ujung jariku padanya. Ia adalah bayangan dari segala cerminan hatiku yang keras dan membeku. Ia adalah cintaku yang pertama namun aku tak pernah bisa memaknainya.
Mimpi yang tak terengkuh tak kan pernah benar – benar terlupakan (Neenoy-sebuah kapal kertas yang mengalir, tapi aku tak yakin ia mengalir bersama air. Ia mengalir begitu saja. Atau mungkin ia hanya dihempas gelombang riak – riak kecil air danau yang terkena tetesan hujan, (“Alexis”). Bukan sebuah dunia yang sederhana namun juga bukan dunia yang penuh makna. Tak kan pernah hanya ada dua rupa manusia disana. Bukan begitu dalam memandang cinta, tak hanya ada dua saja macamnya. Aku tak percaya cinta ditemukan, dulu bahkan dicari maknanya, dan benar, aku mempertanyakan eksistensinya, walau ada cinta antara aku dan dia.
Pencarian makna dan eksistensi cinta hanya sebuah kesia – siaan yang tak pernah berakhir. Aku juga tak percaya cinta tercipta dalam hitungan masa. Kenapa? Karena bukan cinta yang aku harapkan.
Pada sebuah dunia yang sederhana kiranya hanya ada dua rupa manusia di sana, yang pertama adalah kaum yang percaya pasangan jiwa, percaya cinta harus ditemukan dan yang kedua adalah kaum yang percaya bahwa cinta harus berupaya.
Jika benar ada sebuah dunia yang sederhana, hanya ada dua rupa manusia di sana, lalu aku yang mana? Neenoy sangat kental dalam serat-serat dan setiap rajutan arti cinta ini: Tapi Tetap Saja Aku Ingin Kutegaskan Bukan Cinta Yang Kuharapkan Bukan Pula Keabadian Yang Kuinginkan.
“Aku Ingin Selalu Dekat Denganmu Saja, Sayangku” katanya seraya ia memandangi patung dari tanah liat yang pernah ia buat bersamaku beberapa tahun lalu di sebuah desa yang pernah dilintasi pelangi, sebuah cahaya yang dibiaskan oleh prisma raksasa diatas langit sana. Katanya lagi, ia menginginkan keabadian untuk selalu bisa hidup disaat seperti itu selamanya......
Ia masih saja ingin memilih dan memiliki satu dari setiap biasnya....
Ada cinta antara aku dan dia
Diposkan oleh
Contributor
di
22:52
Label: ' al kisah Inspirasi
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)



0 komentar:
Poskan Komentar